PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN
Rabu, 04 Juli 2012
PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN Persaingan global yang terjadi seiring
dengan kemajuan dalam teknologi terus-menerus secara signifikan
mengubah ruang lingkup usaha dan ketentuan pelaporan internal.
Pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional secara terus-menerus,
mata uang yang mengambang, risiko kedaulatan, pembatasan terhadap
pengirim dana lintas batas nasional, perbedaan dalam sistem pajak
nasional, perbedaan tingkat suku bunga dan pengaruh harga komoditas dan
ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva, laba, dan biaya modal
perusahaan merupakan variabel yang memperumit keputusan manajemen.
PEMBUATAN MODEL USAHA Penentuan model usaha merupakan gambaran besar,
dan terdiri dari formulasi, pelaksanaan dan evaluasi rencana bisnis
jangka panjang suatu perusahaan. . Hal ini mencakup empat dimensi utama.
1.Mengidentifikasikan faktor-faktor utama yang relevan terhadap
kemajuan perusahaan di masa depan. 2.Merumuskan teknik yang memadai
untuk meramalkan perkembangan masa depan dan menganalisis kemampuan
perusahaan untuk menyesuaikan diri atau memanfaatkan perkembangan
tersebut. 3.Mengembangkan sumber-sumber data untuk menditkung
pilihan-pilihan strategis. 4.Mentranslasikan pilihan-pilihan tertentu
menjadi serangkaian tindakan yang spesifik. ALAT PERENCANAAN Dalam
mengidentifikasikan faktor-faktor yang relevan di masa depan, pemindaian
terhadap lingkungan eksternal dan internal akan sangat membantu
perusahaan dalam mengenali tantangan dan kesempatan yang ada. Suatu
sistem dapat diterapkan untuk mengumpulkan informasi atas pesaing dan
kondisi pasar. Baik pesaing dan kondisi pasar dianalisis untuk melihat
pengaruh keduanya terhadap kedudukan persaingan dan tingkat keuntungan
perusahaan. Masukan-masukan yang diperoleh dari analisis ini digunakan
untuk merencanakan ukuran-ukuran yang digunakan untuk mempertahankan
atau memperbesar pangsa pasar atau untuk mengenali dan mendayagunakan
produk baru dan kesempatan pasar. Salah satu alat tersebut adalah
analisis WOTS-UP. Analicis ini menyangkut kekuatan dan kelemahan
perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan operasi perusahaan. Teknik
ini membantu manajemen dalam menghasilkan serangkaian strategi yang
dapat dijalankan. Alat keputusan yang saat ini digunakan dalam sistem
perencanaan strategi seluruhnya bergantung pada kualitas informasi
tentang lingkungan internal dan eksternal suatu perusahaan. Akuntan
dapat membantu para perencana perusahaan untuk memperoleh data yang
bermanfaat dalam keputusan perencanaan strategis. Kebanyakan informasi
yang diperlukan berasal dari sumber-sumber selain catatan akuntansi.
PENGANGGARAN MODAL Keputusan untuk melakukan investasi luar negeri
merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi global sebuah
perusahaan multinasional. Investasi asing langsung umumnya melibatkan
sejumlah besar modal dan prospek yang tidak pasti. Risiko investasi
diikuti oleh lingkungan yang asing, rumit, dan senantiasa berubah.
Perencanaan formal merupakan suatu keharusan dan umumnya dilakukan dalam
suatu kerangka penganggaran modal yang membandingkan manfaat dan biaya
investasi yang diusulkan. Dalam lingkungan internasional, perencanaan
investasi tidak sesederhana itu. Perbedaan dalam huokum pajak, sistem
akuntansi, laju inflasi, risiko nasionalisasi, kerangka mata uang,
segmentasi pasar, pembatasan dalam pengalihan laba ditahan dan perbedaan
dalam bahasa dan budaya menambah unsur-unsur kerumitan yang jarang
ditemui dalam lingkungan domestik. Kesulitan untuk melakukan
kuantifikasi atas data-data tersebut membuat masalah yang ada bertambah
buruk. Adaptasi (penyesuaian) oleh perusahaan multinasional atas model
perencanaan investasi tradisional telah dilakukan dalam tiga bidang
pengukuran; (1) menentukan pengembalian yang relevan untuk investasi
multinasional, (2) mengukur ekspektasi arus kas, dan (3) menghitung
biaya modal perusahaan multinasional. Adaptasi ini memberikan data yang
mendukung pilihan strategic, yang langkah ketiga dalam proses pembuatan
model perusahaan. MENGUKUR EKSPEKTASI PENGEMBALIAN Metode untuk
mengestimasikan proyeksi arus kas yang terkait dengan fasilitas di Rusia
mirip dengan yang digunakan untuk sebuah perusahaan domestik. Pikiran
penerimaan didasarkan pada proyeksi penjualan dan pengalaman antisipasi
penagihan. Beban operasi (yang dikonversikan sesuai dengan setara kas)
dan pajak lokal juga sama-sama diramalkan. Namun demikian terdapat
tambahan karumitan yang harus dipertimbangkan, antara lain : 1.Arus kas
Proyek versus induk perusahaan 2.Arus kas induk perusahaan yang terkait
dengan pendanaan 3.Pendanaan yang bersubsidi 4.Risiko politik 5. 6.BIAYA
MODAL MULTINASIONAL Untuk mengimplementasikan teori penganggaran modal
internasional dalam praktik, tidaklah selalu langsung dan tidak mudah
dilaksanakan. Dalam praktik nyata, aspek proses penganggaran modal yang
paling sukar dan paling penting adalah memperoleh informasi yang akurat
dan tepat waktu, khususnya dalam lingkungan internasional, di mana
perbedaan iklim, budaya, bahasa, dan teknologi informasi makin
memperumit masalah ini. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Penyusunan sistem
informasi seluruh dunia milik suatu perusahaan merupakan hal kru¬sial
dalam mendukung strategi perusahaan, termasuk proses perencanaan yang
dijelas¬kan di atas. Tugas ini menantang, karena kerangka dasar
multinasional secara ala¬miah lebih rumit dibandingkan dengan kerangka
dasar satu negara. Isu yang Berkaitan dengan Sistem Jarak merupakan
kerumitan yang jelas terlihat. Disebabkan oleh keadaan geografi,
komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi
antara manajer operasi lokal dengan manajemen kantor pusat.”
Perkembangan dalam teknologi informasi seharusnya mengurangi, tetapi
tidak akan menghilangkan sama sekali, kerumitan ini. Kebutuhan informasi
para perencana keuangan regional atau perusahaan berupa baik data
operasi maupun lingkungan. Informasi yang dibutuhkan dari akuntan
manajemen di lapangan bergantung pada seberapa banyak kekuasaan
pengambilan keputusan yang dimiliki oleh para manajer lokal. Semakin
besar kekuasaan manajer lokal; semakin sedikit informasi yang
disampaikan kepada kantor pusat. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh
spesialis sistem adalah merancang sistem informasi perusahaan yang
memungkinkan para manajer keuangan untuk memberikan respons yang tepat
terhadap fenomena kompetisi global. Kondisi terus berubah. Dikarenakan
deregulasi pasar dan pengurangan hambatan tarif, perusahaan semakin
mampu untuk memasuki pasar-pasar luar negeri baik secara langsung maupun
tidak langsung melalui usaha patungan, aliansi strategi, dan bentuk
kerja sama lainnya. Hal ini semakin banyak membuka akses terhadap
intensitas kompetisi di mana perusahaan mengadopsi strategi untuk; (1)
melindungi pangsa pasar di tempat asal, (2) melakukan penetrasi terhadap
pasar asal para pesaing untuk merebut pangsa pasar dan pendapatan
mereka, dan (3) mendapatkan pangsa pasar yang signifikan di pasar utama
negara ketiga. CEO memerlukan sistem informasi yang memungkinkan mereka
untuk melakukan perencanaan, koordinasi, dan pengendalian secara efektif
terhadap strategi produksi, pemasaran, dan keuangan di seluruh dunia.
Masalah Informasi Akuntan manajemen mempersiapkan sejumlah informasi
untuk manajemen perusahaan, mulai dari pengumpulan data hingga laporan
likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran
beban. Untuk setiap kelompok data yang disampaikan, manajemen perusahaan
harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat
akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat
penyusunan dan penyampaian tepat waktu. Di sini faktor-faktor lingkungan
juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilkan secara internal.
Para manajer di lingkungan yang berbeda memiliki perbedaan cara untuk
menganalisis dan menyelesaikan masalah, kerangka waktu keputusan dan
bersaing dalam kondisi operasi yang berbeda. Kebutuhan informasi yang
berbeda merupakan sebuah konsekuensi langsung. Dengan demikian, timbul
suatu masalah yang mendasar bagi perusahaan multinasional. Manajer lokal
mungkin memerlukan informasi keputusan yang berbeda dari manajemen
kantor pusat. Masalah informasi utama lainnya adalah pertanyaan mengenai
translasi. INFORMASI MANAJEMEN DAN HIPERINFLASI Suatu kebiasaan
pelaporan yang umum dalam akuntansi untuk transaksi mata uang asing
adalah dengan mencatat pendapatan dan beban berdasarkan kurs yang
terjadi pada tanggal laporan keuangan. (Penggunaan kurs rata-rata juga
umum). Pilihan yang lebih baik adalah dengan mencatat transaksi dalam
mata uang lokal berdasarkan kurs pada tanggal pembayaran. Mencatat
transaksi pada tanggal lainnya akan memperumit proses pengukuran melalui
timbulnya keuntungan atau kerugian dalam daya beli uang, atau dalam
aspek lain, suku bunga implisit atas transaksi mata uang. Dalam sebuah
pasar persaingan sempurna, seluruh transaksi dalam mata uang lokal akan
dilakukan secara tunai. Dengan adanya inflasi, timbul keuntungan bagi
para pembeli untuk menunda pembayaran selama mungkin dan bagi para
penjual untuk mempercepat pengumpulan uang. Tanggal pembayaran
ditentukan oleh kekuatan kompetitif pihak-pihak yang bersepakat.
Rekomendasi perlakuan pelaporan yang kami berikan menghasilkan
angka-angka pelaporan yang dapat diandalkan, secara ekonomi dapat
diintepretasikan dan simetris dalam artian bahwa transaksi yang secara
ekonomis serupa akan menghasilkan angka-angka laporan keuangan yang
serupa ketika ditranslasikan ke dalam suatu mata uang yang umum.
Seseorang dapat mengatakan bahwa model ini menggunakan akuntansi akrual
dengan mentalitas akuntansi tunai. ISU-ISU DALAM PENGENDALIAN KEUANGAN
Sekali pertanyaan mengenai sistem pendukung strategi dan informasi telah
diputuskan, perhatian akan bergeser kepada bidang yang sama pentingnya
yaitu pengendalian keuangan dan evaluasi kinerja. Pertimbangan ini juga
sama pentingnya, khususnya karena memungkinkan para manajer keuangan
untuk: 1.Mengimpelementasikan strategi keuangan global sebuah MNE.
2.Mengevaluasi sejauh mans strategi yang terpilih memberikan kontribusi
dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. 3.Memberikan motivasi kepada
manajemen dan karyawan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan perusahaan
seefektif dan seefisien mungkin. Sistem pengendalian manajemen bertujuan
untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cars yang paling efektif dan
paling efisien. Sebaliknya sistem pengendalian keuangan merupakan sistem
pengukuran kuantitatif dan komunikasi yang memfasilitasi pengendalian
melalui; (1) komunikasi tujuan-tujuan keuangan secara tepat di dalam
organisasi, (2) memperinci kriteria dan standar dalam evaluasi kinerja,
(3) mengawasi kinerja, dan (4) mengomunikasikan penyimpangan antara
kinerja aktual dan rencana kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Jika sebuah sistem pengendalian yang didesain baik berguna bagi
perusahaan satu nasional, maka sistem ini akan sangat berharga bagi
perusahaan multinasional. Sebagaimana yang berulangkali diamati, kondisi
yang memengaruhi keputusan manajemen luar negeri tidak saja berbeda,
tetapi juga secara terus-menerus berubah.
Langganan:
Postingan (Atom)